📢 Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2025/2026 telah dibuka! Klik di sini untuk info selengkapnya

Berita Terkini 13 Juli 2026

Sambut Ratusan Santri Baru, PPIT Alhikmah Boyolali Komitmen untuk Lahirkan Generasi Qurani dan Berkarakter

BOYOLALI — Seluruh santri baru Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Al Hikmah Karanggede mengikuti kegiatan Awwalussanah Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula PPIT Al Hikmah, Boyolali. Pertemuan awal tahun ajaran baru yang mempertemukan pihak sekolah, santri, dan wali murid ini diselenggarakan pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan dihadiri oleh jajaran struktur yayasan.

Agenda tahunan ini menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar secara resmi bagi 105 santri baru di lembaga tersebut. Berdasarkan data registrasi, rincian santri baru tahun ini terdiri atas 30 santri program MTs Terpadu (Boarding), 19 santri program MTs Terpadu (Fullday), serta 56 santri untuk jenjang SMAIT Boarding.

Awwalussanah menjadi momentum krusial sebagai fase transisi dan kesiapan mental bagi para santri baru sebelum memasuki ekosistem pembelajaran yang ketat, baik di sekolah maupun di dalam lingkungan asrama. Langkah awal ini dinilai sangat penting agar santri dapat beradaptasi dengan cepat terhadap pola hidup mandiri dan kedisiplinan pesantren yang berbeda dari lingkungan rumah sebelumnya.

Ketua Dewan Kyai sekaligus Pembina Yayasan Al Hikmah Boyolali, Ustadz KH. Drs. Arju Rahmanto, S.Ag., M.Ag., menegaskan pentingnya kolaborasi emosional antara anak dan orang tua dalam fase ini. Beliau menekankan bahwa motivasi tinggi dari santri harus diimbangi dengan kerelaan penuh dari para orang tua yang memercayakan pendidikan anak mereka kepada pesantren.

“Santri baru diharapkan untuk selalu semangat untuk menghadapi kehidupan di pondok pesantren, dan wali santri diharapkan untuk ikhlas dalam menitipkan anak di pondok pesantren,” ujar Arju Rahmanto di hadapan para peserta yang hadir.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Mudir Bidang Pendidikan, Ustadz Muhammad Salim, B.A., memberikan refleksi historis terkait proses pendidikan di lingkungan baru melalui analogi kisah para nabi. Menurutnya, keluar dari zona nyaman demi mendapatkan ekosistem pendidikan yang lebih representatif merupakan nilai keteladanan yang luhur.

“Dahulu para Nabi dan Rasul juga ‘meninggalkan’ anak dalam sebuah lingkungan yang asing dan gersang karena lingkungan sekitar rumah tidak mendukung untuk melakukan proses pendidikan. Hal tersebut bisa kita teladani bahwa kita harus siap untuk masuk ke dalam lingkungan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” jelas Muhammad Salim.

Melalui pelaksanaan Awwalussanah ini, seluruh aktivitas akademik dan kepengasuhan di PPIT Al Hikmah Karanggede kini dinyatakan berjalan penuh. Pihak pondok pesantren berharap proses adaptasi yang ditanamkan sejak hari pertama ini mampu mencetak generasi yang mandiri, tangguh, dan berakhlak mulia.

Tags: